Minggu, 28 Oktober 2012
IBU
Ibu, terkadang kita lupa akan jasa seseorang yang telah merelakan waktu
dan tenaganya untuk kita, ia rela kedinginan asalkan kita tetap hangat
dalam pelukannya, Ya! Dialah Ibu, Aku selau teringat akan sosoknya yang
selalu sabar menghadapiku, senakal-nakal nya diriku ia tetap sabar untuk
menuntunku, ketika aku mendapatkan masalah ia selalu menjadi penyejuk
ku, saat bimbang, sedih, senag, dan dalam kondisi apapun ia sama
saja tetap dengan senyuman manisnya. Sampai suatu saat aku menemukan
sebuah file dari sahabatku yang mengingatkan aku kembali kepada sosok
Ibu ku karena aku kini dalam perantauan menempuh masa depan ku. Dalam
file yang tak tertulis pengarang nya menceritakan tentang kisah seorang
Ibu.
Kisah seorang Ibu
Suatu ketika seorang bayi siap dilahirkan kedunia ini. Menjelang bayi
itu diturunkan ia bertanya kepada Tuhan, "Kata para malaikat di sini
mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana
cara saya bisa hidup disana, saya terlalu kecil dan lemah (kata bayi
tersebut)". Tuhan menjawab "Aku telah memilih satu malaikat untuk mu, ia
akan menjaga dan mengasihi mu." Tetapi di syurga yang saya lakukan
cukup bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi ku untuk merasa bahagia,
kata bayi tersebut. Tuhan berkata "malaikat mu akan bernyanyi dan
tersenyum untuk mu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan
cintanya dan jadi lebih bahagia."
Si bayi tetap bertanya kepada tuhan, "dan apa yang dapat saya lakukan
jika aku ingin berbicara Kepada-Mu?" Sekali lagi tuhan menjawab,
"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo'a". Si bayi pun
masih belum puas, ia pun bertanya lagi "saya dengar di bumi banyak orang
jahat dan siapa yang akan menjaga saya?" Dengan penuh kesabaran Tuhan
menjawab "Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan nyawa sekalipun."
Si bayi tetap bertanya, Tapi aku akan bersedih karena tidak melihat
Engkau lagi, Tuhan dengan segenap kesabarannya menjawab "Malaikatmu akan
menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan mu cara kamu
kembali kepada Ku walau sebenarnya Aku selalu ada di sisimu.
Saat itu syurga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat
terdengar dan sang bayi dengan suara lirihnya bertanya "Tuhan seandainya
aku diturunkan sekarang, bisakah Engkau memberitahu ku nama malaikat di
rumah ku nanti?" Tuhan pun menjawab kamu dapat memanggilnya IBU!
Kadang aku melupakan sosok ibu disaat aku bahagia namun tidak begitu
dengan Ia, aku masih teringat ketika kecil saat ibu ku keluar rumah dan
membawakan ku buahan yang ia dapat dari tetangga walau sebenarnya ia
belum sempat memakannya, namun ketika aku mendapatkan buah aku tak
pernah membawakannya walau sebiji pun. Ketika aku sakit ia merawat ku
bahkan semalaman ia tidak tertidur demi menjaga ku, Ia rela tidak
berselimut asalkan aku dapat tertidur pulas dengan balutan selimut. Aku
sadar, aku mengerti betapa Mulia nya sosong seorang Ibu dan aku ingin
menjadi yang terbaik untuk nya.
---Kenanglah Ibu yang senantiasa menyayangimu, yang selalu
meneteskan air mata ketika kita meninggalkannya, Sesekali jenguklah Ibu
yang selalu menantikan kehadiran Mu dirumah, Jenguklah dan memohon maaf
kepadanya, tinggalkan sejenak kesibukan mu dan jenguklah IBU sebelum
engkau kehilangan saat-saat yang sangat ekngkau rindukan dimasa akan
datang ketika Ibu mu telah tiada, ketika tidak ada lagi yang menunggu
dan menyambut mu di depan pintu, ketika tidak ada lagi yang rela tidak
berselimut demi engkau, ketika tidak ada lagi yang menyiapkan sarapan
pagi untukmu, yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya, jangan
biarkan kau kehilangan saat-saat dimana seorang yang selalu meneteskan
air mata untuk mendoakan mu sampai akhir hayat nya, kembalilah segera,
peluklah ia yang selalu menyayangimu, Kawan
yang kini senasib dengan diriku yang sedang berada dalam perantauan,
berdo'alah untuk kesehatan IBU dan rasakan pelukan cinta dan kasih nya
di masa akan datang!---
Sabtu, 27 Oktober 2012
SEJARAH INTERNET
SEJARAH INTERNET DUNIA
Sejarah Internet dimulai
pada tahun 60-an, yaitu ketika Levi C. Finch dan Robert W. Taylor
mulai melakukan penelitian tentang jaringan global dan masalah
interoperabilitas. Selanjutnya, beberapa program penelitian mulai
dilakukan untuk melihat mekanisme pengaitan jaringan-jaringan yang
berbeda secara fisik. Salah satu solusi yang muncul dari
penelitian-penelitian tersebut adalah teknik packet switching. Pada
teknik packet switching, data atau file berukuran besar yang akan
dikirim melalui jaringan komputer terlebih dahulu dipotong menjadi
paket kecil-kecil agar lebih mudah ditangani dan lebih Andal.
Peneliti utama dalam pengembangan packet switching ini adalah Donald
Davies (NPL), Paul Baran (RAND Corporation), Leonard Kleinrock dan
kawan-kawan (MIT) dan UCLA Research Programs.
Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementaskan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT, Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang berbasis pada teknologi ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213.
Selain jaringan untuk penelitian seperti ARPANET dan X.25, para hobbiis komputer juga mengembangkan teknik jaringan sendiri yang kemudian cukup populer, yaitu UUCP. Masalah terbesar pada teknik ini adalah bagaimana supaya berbagai jenis peralatan jaringan, seperti telepon, radio, kabel LAN yang secara fisik sangat berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain. Keberagaman media fisik jaringan mendorong pengembangan tatacara komunikasi (protokol komunikasi) yang mampu melakukan internetworking, sehingga banyak jaringan kecil dapat saling tersambung menjadi satu menjadi jaringan komputer maha besar.
Kumpulan tata cara komunikasi atau protokol Internet memungkinkan jaringan komputer dibangun menggunakan saluran fisik yang berbeda. Dalam bahasa yang sederhana, komputer yang terhubung menggunakan telepon, dapat berkomunikasi dengan komputer yang tersambung ke jaringan LAN maupun jaringan radio. Hal ini mendorong terjadinya inter-network (antar jaringan) secara global yang kemudian hari kita kenal sebagai “Internet”.
Selain protokol Internet, hal lain yang tidak kalah penting dalam perkembangan Internet adalah metode pengalamatan di Internet. Jon Postel dari Information Science Institute (ISI) di University of Southern California (USC) adalah orang yang sangat berjasa di balik berbagai alokasi alamat IP Internet, manajemen Domain Name System (DNS), tipe media, dan berbagai alokasi nomor untuk tata cara komunikasi penting di Internet. Hingga wafatnya pada tanggal 16 Oktober 1998, Jon Postel mengelola Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Pada tanggal 21 Juli 1998, Jon Postel memperoleh Silver Medal dari International Telecommunications Union (ITU) atas jasa-jasanya membangun Internet di dunia. Saat ini, IANA dioperasikan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).
Komersialisasi dan privatisasi Internet mulai terjadi pada tahun 1980-an di Amerika Serikat dengan di ijinkannya Internet Service Provider (ISP) untuk beroperasi. Internet mulai booming pada tahun 1990-an. dan menjadi kunci pemicu perubahan dalam budaya dan dunia usaha. Internet menawarkan pola komunikasi cepat menggunakan e-mail, diskusi bebas di forum, dan Web.
Pada tahun 1969, Robert Taylor yang baru dipromosikan sebagai kepala kantor pemrosesan informasi di DARPA (Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat) bermaksud mengimplementaskan ide untuk membuat sistem jaringan yang saling terhubung. Bersama Larry Robert dari MIT, Robert Taylor memulai proyek yang kemudian dikenal sebagai ARPANET. Sambungan pertama ARPANET terbentuk antara University of California, Los Angeles (UCLA) dan Stanford Research Institute (SRI) pada jam 22:30 tanggal 29 Oktober 1969. Pada tanggal 5 Desember 1969, ada dua jaringan lagi yang yang bergabung, yakni University of Utah dan University of California, Santa Barbara sehingga total terdapat empat (4) simpul jaringan. ARPANET yang berbasis pada teknologi ALOHAnet berkembang sangat cepat. Pada tahun 1981, jumlah simpul yang tersambung menjadi 213.
Selain jaringan untuk penelitian seperti ARPANET dan X.25, para hobbiis komputer juga mengembangkan teknik jaringan sendiri yang kemudian cukup populer, yaitu UUCP. Masalah terbesar pada teknik ini adalah bagaimana supaya berbagai jenis peralatan jaringan, seperti telepon, radio, kabel LAN yang secara fisik sangat berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain. Keberagaman media fisik jaringan mendorong pengembangan tatacara komunikasi (protokol komunikasi) yang mampu melakukan internetworking, sehingga banyak jaringan kecil dapat saling tersambung menjadi satu menjadi jaringan komputer maha besar.
Kumpulan tata cara komunikasi atau protokol Internet memungkinkan jaringan komputer dibangun menggunakan saluran fisik yang berbeda. Dalam bahasa yang sederhana, komputer yang terhubung menggunakan telepon, dapat berkomunikasi dengan komputer yang tersambung ke jaringan LAN maupun jaringan radio. Hal ini mendorong terjadinya inter-network (antar jaringan) secara global yang kemudian hari kita kenal sebagai “Internet”.
Selain protokol Internet, hal lain yang tidak kalah penting dalam perkembangan Internet adalah metode pengalamatan di Internet. Jon Postel dari Information Science Institute (ISI) di University of Southern California (USC) adalah orang yang sangat berjasa di balik berbagai alokasi alamat IP Internet, manajemen Domain Name System (DNS), tipe media, dan berbagai alokasi nomor untuk tata cara komunikasi penting di Internet. Hingga wafatnya pada tanggal 16 Oktober 1998, Jon Postel mengelola Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Pada tanggal 21 Juli 1998, Jon Postel memperoleh Silver Medal dari International Telecommunications Union (ITU) atas jasa-jasanya membangun Internet di dunia. Saat ini, IANA dioperasikan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).
Komersialisasi dan privatisasi Internet mulai terjadi pada tahun 1980-an di Amerika Serikat dengan di ijinkannya Internet Service Provider (ISP) untuk beroperasi. Internet mulai booming pada tahun 1990-an. dan menjadi kunci pemicu perubahan dalam budaya dan dunia usaha. Internet menawarkan pola komunikasi cepat menggunakan e-mail, diskusi bebas di forum, dan Web.
Source : Buku Sekolah Elektronik (opensource)
Minggu, 23 September 2012
Energi Terbaru
Baterai Gula
Jangan
heran kalau di masa depan (mungkin tidak lama lagi), orang melakukan
charge baterai ponsel tidak cari colokan listrik, tapi cari sisa air
sirup atau minuman ringan. Ini dikarenakan para produsen alat elektronik
mulai menggunakan sumber tenaga listrik dari baterai gula.
Gula adalah sumber energi yang tersedia di alam ini hasil dari fotosintesis. Karenanya, sumber energi ini adalah sumber energi terbarukan. Sebenarnya baterai gula ini merupakan sel bahan bakar (fuel cell) yang ditenagai dengan gula.
Baterai
gula ini memerlukan enzim pencerna gula dan mediator, yang salah
satunya berupa vitamin K3, pada anoda dan katoda . Hasil dari reaksi
kimia di anoda berupa ion hidrogen dan elektron akan mengalir ke katoda.
Aliran elektron inilah yang menghasilkan listrik. Mudah-mudahan saja
baterai gula ini lebih murah dibanding baterai ponsel dan perkakas
eletronik lainnya. Kalau bisa sih, listrik di rumah juga mudah-mudahan
bisa menggunakannya.
sumber: http://fotounikaneh.blogspot.com/2010/01/baterai-gula-sumber-energi-terbarukan.html
Minggu, 09 September 2012
Pandawa Lima
Kisah Pandawa Lima
Pandawa
Lima merupakan tokoh yang tidak dapat dipisahkan dengan kisah Mahabarata,
karena Pandawa Lima merupakan tokoh sentralnya bersama dengan Kurawa.
Pertempuran
antara Pandawa Lima dengan Kurawa yang masih mempunyai hubungan saudara, karena
Pandawa Lima memperjuangkan hak tahtanya atas Kerajaan Hastinapura yang di
kuasai oleh para Kurawa ( Prabu Suyudhana dengan saudara-saudaranya yang
berjumlah seratus ).
Pandawa lima
adalah sebutan lima bersaudara, putra dari Pandu Dewanata yakni Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa.
Yudistira
dengan nama kecilnya Puntadewa, Bima dengan nama kecilnya Sena, dan Arjuna
dengan nama kecilnya Permadi dilahirkan dari ibu Dewi Kunti sedang Nakula
dengan nama kecilnya Punten dan Sadewa dengan nama kecilnya Tangsen dilahirkan
dari ibu Dewi Madrim.
Pandu
Dewanata adalah Raja Hastinapura, tetapi mati muda dan anak-anaknya masih
kecil-kecil sehingga belum memungkinkan untuk memegang kendali pemerintahan,
untuk mengisi ke kosongan pemerintahan Hastinapura, maka diangkatlah Destaratra
yang buta, kakak Pandu Dewanata untuk menduduki jabatan sementara tahta
Hastina, kelak jika putra-putra Pandu telah dewasa, Hastinapura akan diserahkan
pada Pandawa Lima, putra Pandu yang mempunyai hak atas tahta Hastina secara
syah.
Rencana
penyerahan tahta Hastinapura ke para Pandawa Lima Putra Pandu secara damai
kelaknya hanya tinggal rencana saja, karena rencana tersebut terhalang oleh
Dewi Gendari Istri Destarastra yang sangat ambisius, apa lagi ambi si Dewi
Gendari didukung oleh adiknya Harya Suman alias Sengkuni, menjadi patih
Hastinapura, mempunyai watak iri, dengki dan syirik yang menghalakan segala
cara untuk mencapai tujuannya.
Destarastra
disamping buta, pendiriannya juga kurang kuat, mudah berubah, mudah diha sut
dan mudah dibujuk oleh anak-anaknya yang berjumlah seratus, dikenal dengan
Kurawa atau Sata Kurawa yang hampir seluruh anaknya berwatak pendusta, iri,
dengki, tamak, syirik dlsb.
Patih
Harya Suman alias Sengkuni sangat besar sekali pengaruhnya pada para Kurawa
dalam membentuk anganggapan bahwa Pandawa Lima merupakan musuh dan saingan
terberatnya, karena itu harus disingkirkan dengan cara apapun juga, agar
Hastinapura tidak jatuh ketangan Pandawa Lima Putra Pandu, sebagai pewaris syah
atas tahta Hastinapura.
Meskipun
Pandawa Lima dan Kurawa berguru pada guru yang sama yakni Resi Durna ( Druna )
dan Resi Krepa, tetapi permusuhan diantara mereka tidak dapat dipadamkan untuk
menjadi rukun, bahkan semakin menjadi-jadi.
Pandawa
Lima selalu lebih unggul dlm ketrampilan ulah senjata dan ulah krida dari pada
para Kurawa. Puntadewa selalu lebih unggul dibi dang sastra dan ketatanegaraan,
Bima unggul dibidang memainkan senjata gada, Harjuna unggul dibidang memanah
dan ulah pedang sedang kan Nakula dan Sadewa tidak ikut berguru karena masih
terlalu kecil.
Bima
bersosok tubuh besar, konon sangat jahil suka mengganggu Kurawa dengan tiada
sebab Kurawa sering ditampar dan ditempeleng oleh Bima terutama
Suyudhana/Duryudhana dan Dursasana ( adik Suyudhana ), akhirnya menimbulkan
perkelahian tetapi selalu dimenangkan oleh Bima meskipun Bima dikeroyok mereka
berdua, karena itu Bima selalu menjadi sasaran pelampiasan dari kekesalan
mereka.
Suatu
saat Bima yang sangat rakus, dalam makanannya diberi racun oleh Kurawa, setelah
Bima tidak sadarkan diri kemudian dibuang kedalam sumur Jalatunda yang berisi
penuh dengan ular beracun ganas. Karena pertolongan Batara Dadungnala, Bima
dapat selamat dan sejak itu Bima menjadi kebal terhadap segala macam racun
betapapun ganasnya racun tersebut.
Mengetahui
usahanya menyingkirkan Bima gagal, maka Kurawa berusaha lagi untuk
menyingkirkan Pandawa Lima dengan cara membakar bale Sigala-gala tempat
menginap para Putra Pandu dan Ibunya Dewi Kunti, tetapi usaha itupun gagal
lagi, karena Putra Pandu memperoleh pertolongan dari Batara Naradha, Sang Hyang
Antaboga dan Yama Widura.
Untuk
mencegah Pandawa Lima dan para Sata Kurawa agar tidak terjadi sengketa terus
menerus, para tetua mereka terutama Resi Bisma dan Yama Widura, menganjurkan kepada
Destarastra agar Pandawa Lima diberi hutan Kan dawaprastha atau Wanamarta,
saran tersebut diikuti oleh Destarastra dan hutan Wanamartalah yang diberikan
pada Pandawa Lima.
Dalam
waktu singkat Pandawa Lima yang dibantu oleh beberapa Dewa dan sahabat sahabatnya,
berhasil merubah hutan belantara menja di sebuah kerajaan yang besar dengan
nama Amerta dan Indraprasta sebagai ibu kotanya.
Semakin
lama Amerta menjadi semakin maju, kerajaannya menjadi semakin besar dan kuat,
banyak kerajaan kecil-kecil, bergabung berkat perjuangan Bima dan Harjuna.
Sebagai
pernyataan syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa atau Sang Maha Pencipta Jagad
Raya ini, maka para pembesar Kerajaan Amarta mengadakan syukuran, sesaji kepada
Raja Suya dan para Kurawapun diundang untuk menghadiri upacara sesaji itu dan
dalam pelaksanaan upacara sesaji tersebut terdapat keributan antara Prabu
Kresna dengan Prabu Si Supala, berakhir dengan meninggalnya Prabu Si Supala,
tetapi tidak menggangu kelancaran jalannya upacara sesaji.
Karena
sudah mempunyai bibit rasa iri dan dengki pada Pandawa Lima, maka Kurawa
menilai bahwa upacara tersebut merupakan pameran kekuatan Pandawa Lima, hal
demikian dimanfaatkan oleh Patih Sengkuni untuk mempengaruhi para Kurawa agar
membuat sengsara pada Pandawa Lima (Putra Pandu).
Prabu
Duryudhana atas nama Kurawa, mengundang Pendawa Lima untuk menghadiri pesta
yang diadakan di kerajaan Hastinapura, atas hal tersebut para tetua Hastinapura
seperti Prabu Destarastra, Resi Bisma dan Yama Widura menilai bahwa antara Pandawa
Lima dengan para Sata Kurawa telah berdamai dan bersahabat.
Penilaian
tetua Hastinapura ternyata meleset, karena undangan Kurawa hanya merupakan
siasat untuk membuat sengsara Pandawa Lima.
Waktu
itu Pandawa Lima diajak minum minuman yang memabukkan sampai mabuk dan dalam
kondisi mabuk itulah Pandawa Lima diajak main judi, Pandawa Lima diwakili oleh
Yudistira dan Hastinapura diwakili oleh Patih Sengkuni (Harya Suman). Dalam
permainan judi tersebut Pandawa Lima di kalahkan, karena di curangi oleh para
Kurawa, judi dan mabuk-mabukan sudah merupakan kebiasaan sehari-hari bagi para
Kurawa.
Awalnya
Pendawa Lima sering dimenangkan, tetapi setelah taruhan diperbesar dan
merupakan target Para Kurawa, maka Pendawa Lima dikalahkan, sesudah kerajaan
Amarta dipertaruhkan dan dikalahkan, keadaan semakin panas, ke-mudian setelah
adik-adiknya dan dirinya yang di jadikan taruhan kalah juga, maka Dewi Drupadi
istrinyapun dipertaruhkan pula.
Dewi
Drupadi waktu itu dikaputren kemudian diseret kebalairung, dipermalukan dan
menarik rambutnya sampai terurai. Pada saat itulah Dewi Drupadi mengucapkan
sumpahnya, bahwa ia tidak akan menyanggul rambutnya lagi, kecuali setelah
keramas dengan darahnya Dursasana adik Prabu Duryudhana ( Suyudhana ), demikian
juga Bima bersumpah, bahwa dalam perang Bha ratajuda nanti akan membunuh Prabu
Duryudhana (Suyudhana) dan meminum darahnya.
Nasib
Pandawa Lima dan Dewi Drupadi agak tertolong dengan campur tangannya tetua
Hastinapura Resi Bisma dan Yama Widura. Dewi Drupadi diminta untuk diserahkan
kepada Resi Bisma dan diberikan, untuk ini para Kurawa salah sangka dikiranya
Resi Bisma ingin menikmati kemenangannya pada hal Dewi Drupadi akan diserahkan
kembali kepada Pandawa Lima oleh Resi Bisma.
Atas
kekalahan judi para Pandawa Lima, tetua Hastina mengambil kebijaksanaan dan
jalan tengah, bahwa Pandawa Lima harus menjalani hukuman pembuangan di hutan
selama 12 tahun dan masa penyamaran selama 1 tahun, dalam masa penyamaran
apabila salah satu dari Pandawa lima dapat dipergoki, maka mereka semua harus
menjalani pembuangan ulang lagi selama 12 tahun, dan masa penyamaran 1 tahun.
Dewi
Drupadi pun mengikuti para Pandawa Lima dalam menjalani hukuman pembuangan,
sedangkan Dewi Kunti ibu para Pandawa Lima tetap tinggal Kerajaan Hastinapura.
Sebagian Istri dan anak-anaknya Raden Harjuna dititipkan di Kerajaan
Cempalaradya, Dewi Wara Subadra dan sebagian lagi istri-istri Raden Harjuna dan
anak-anaknya dititipkan di Kerajaan Dwarawati.
Dalam
masa menjalani hukum pembuangan, Raden Harjuna dan Bima memanfaatkan wak tunya
untuk memperdalam ilmunya dan mencari senjata pusaka. Bima bertemu dengan
Anoman saudara tunggal Bayu yang mengajarkan berbagai ilmu kesaktian kepadanya.
Setelah
Pandawa Lima menyelesaikan masa pembuangan 12 tahun lamanya, kemudian menjalani
masa penyamaran di Kerajaan Wirata. Puntadewa menyamar sebagai ahli sejarah dan
tatanegara dengan nama Wijakangka, Bima sebagai Jagal/penyembelih hewan dengan
nama Jagal Abilawa, Harjuna sebagai guru tari yang kebanci-bancian dengan nama
Kandhi Wrahatmala, Nakula dan Sadewa sebagai pelatih dan pemelihara kuda dengan
nama Darmagranti dan Tantripala. Dewi Drupadi menjadi dayang istana dengan nama
Sailandri atau Salindri.
Disaat
hari penyamaran Pandawa Lima berakhir terjadilah penyerbuan Hastinapura dengan
sekutunya ke Kerajaan Wirata. Para Pandawa Lima tidak dapat tinggal diam ketika
melihat kejadian penyerbuan yang telah mengganggu ketenangan dan ketentraman
Kerajaan Wirata tempat mereka menyamar selama ini.
Dengan
ikutnya Pandawa turun kemedan perang, akibatnya para Sata Kurawa mengetahui
penyamaran Pandawa Lima. Maka ketika diada kan perundingan untuk memulihkan hak
Panda wa Lima atas Kerajaan Amarta dan setengah Kerajaan Hastina, ditolak oleh
Kurawa dengan alasan penyamarannya telah dipergoki, karena itu Pandawa harus
menjalani ulang kembali masa hukumannya 12 tahun dalam pembuangan dan 1 tahun
masa penyamaran.
Menurut
perhitungan tetua Hastina, Panda wa Lima telah menjalani masa hukuman dengan
sempurna, karena itu mereka harus dikembalikan hak-haknya termasuk setengahnya
Kerajaan Hastinapura, namun hal demikian ditolak oleh Kurawa. Meskipun Pandawa
Lima dalam perundingan diwakili oleh Prabu Kresna sebagai duta Pandawa Lima.
Karena
perundingan damai mengalami ke-gagalan, maka pecahlah pertempuran utk
mem-perjuangkan haknya, kemudian dikenal dengan kisah “MAHABHARATA”, masa
pertempurannya selama 18 hari, berakhir dengan kemenangan Pandawa Lima, tetapi
semua putra Pandawa Lima gugur dimedan perang di Tegal Kurusetra.
Yudistira
dikenal sebagai sosok suci tanpa dosa, sedangkan Bima dan Raden Harjuna dikenal
sebagai sosok yang telah mencapai kesempurnaan diri, mengetahui sejatinya
urip/hidup.
Bima
waktu itu diperintah oleh Resi Druna untuk mencari air suci, maksudnya untuk
mence lakakan Bima, tetapi sebaliknya Bima bertemu dengan Dewa Ruci yang
memberi wejangan tentang ilmu kasampurnan hidup, Raden Harjuna memperoleh
wejangan ilmu Hasta Brata dari Panembahan Kesawasidhi di Puncak gunung
Suwelagiri Pertapaan Kutharunggu. Hasta Brata merupakan ilmu spiritual
setingkat dengan air suci yang diperoleh Bima untuk mencapai kesempurnaan
hidup.
Dihari
tuanya, Pandawa Lima dengan sadar merupakan hari-hari utk menyongsong saat
ke-matian, setelah menobatkan Parikesit cucu Raden Harjuna sebagai Raja Hastinapura,
beberapa tahun kemudian Pandawa Lima mendaki kepun cak Gunung Himalaya,
termasuk Dewi Drupadi untuk menyongsong kematian, diikuti oleh anjing berbulu
putih.
Pertama
kali yang dijemput oleh Batara Ya-madipati (Dewa penjemput nyawa) adalah Dewi
Drupadi, dinilai paling banyak dosanya dibandingkan dengan kelima suaminya
yakni Pandawa Lima. Pertama karena dihati kecilnya ia lebih mencintai Raden
Harjuna dari pada dengan suami lain-lainnya. Kedua karena Dewi Drupadi bermulut
tajam, kata-katanya sering melukai hati orang lain, diantaranya adalah Narpati
Basukarna (Adipati Karna), Prabu Duryudhana, Resi Druna/ Drona, Dursasana dan
Jayadrata, terluka hatinya karena ucapan-ucapan Dewi Drupadi.
Berikutnya
giliran Sadewa yang dijemput oleh Batara Yamadipati, karena sering meremehkan
atau memandang rendah orang lain termasuk kakak kakaknya meskipun hanya didalam
hati saja dan tidak pernah diucapkan. Sadewa mempunyai ilmu / aji Pranawa Jati
yang dapat mengetahui kejadian yang akan datang dan mengingat kejadian-kejadian
masa lalu yang pernah dialami.
Setelah
Sadewa giliran berikutnya kemudian adalah Nakula yang dijemput oleh Batara Yamadipati,
karena meskipun diam sebenarnya didalam hatinya Nakula selalu iri dan dengki
kepada saudara-saudaranya terutama dengan Sadewa.
Giliran
berikutnya setelah Nakula adalah Raden Harjuna yang dijemput oleh Batara Yama
dipati, karena didalam hati kecilnya Raden Harjuna terlalu bangga dengan
ketampanan yang dimilikinya dan merasa paling dibutuhkan atau paling penting
dibanding dengan saudara-saudaranya.Bima
giliran berikutnya dijemput oleh Batara Yamadipati, karena dinilai sering
tidak dapat menahan nafsu amarahnya.
Yudistira
tidak dijemput oleh Batara Yamadipati dan tidak menemui ajalnya, ia berjalan
sampai didepan pintu Syurga dan dijemput oleh Batara Indra, diajak untuk masuk
syurga tetapi anjingnya dilarang masuk. Yudistira menolak masuk syurga jika
anjingnya tidak diperbolehkan masuk syurga, karena Yudistira menganggap Dewa
tidak menghargai suatu kesetiaan. Maka sebaiknya hamba tidak usah masuk
kesyurga jika anjing yang menunjukkan kesetiaannya dilarang masuk syurga.
Atas
ucapan Yudistira yang menghargai ke setiaan, seketika itu juga anjing putih
yang selalu menyertai perjalanan Pandawa Lima dengan setianya sejak dari Istana
Hastinapura sampai kepintu syurga, berubah wujudnya menjadi Batara Darma,
jelmaan ayahnya Yudistira yang sebenarnya .
Kisah
berakhir hidupnya para Putra Pandu, mengandung suatu petunjuk, bahwa Allah Maha
Mengetahui segala-galanya, meskipun hanya didalam hati dan tidak pernah
dikeluarkan atau dinyatakan kepada orang lain, Allah sudah mengetahui kebaikan
atau kebathilan itu.
Jalan
hidup dan pegangan hidup para Putra Pandu yang kemudian dikenal dengan Pandawa
Lima, tidak dapat dilepaskan dari punakawan Semar dan anak-anaknya yang tidak
lain dari jelmaan Dewa Ismaya yang selalu memberi petunjuk dan bimbingan serta
nasehat kepada para Putra Pandu.
Nama-nama
atau sebutan orang tua laki-laki selalu disertakan dalam memberi nama
putra-putranya, seperti Pandawa Lima adalah keturunan Pan yaitu Pandu. Kurawa
adalah keturunan Kuru, Drupadi adalah keturunan Drupada, Madrim adalah
keturunan Raja Mandra dst.
Yudistira
dalam pewayangan adalah simbul atau lambang sosok yang suci, tidak mempunyai
dosa dan diibaratkan darahnya berwarna putih tanpa noda sediktpun.
Bima
dalam pewayang adalah simbul ketegasan dan keadilan serta kejujuran dalam
menegakkan hukum, tidak pandang bulu, siapapun yang salah harus dihukum
meskipun itu saudara maupun anaknya sendiri. Bima selalu menepati janjinya,
bertubuh tinggi besar dan kokoh.
Raden
Harjuna adalah lambang atau simbul sosok tampan dan rupawan tetapi donyuan,
banyak anak banyak istri tetapi semuanya rukun.
![]() |
| Animasi Pandawa Lima |
Kisah-kisah pewayangan banyak mengan-dung ajaran-ajaran
Falsafah yang bermakna spiri tual tinggi, kata-kata Adiluhung yang memben tuk
budi luhur dan pekerti/perbuatan mulia Bangsa Indonesia.
Dunia pewayangan mempunyai andil yang sangat besar dalam
membentuk watak Budi Luhur dan Hati Mulia Bangsa Indonesia yang dika gumi oleh
bangsa lain didunia ini.
Menonton pertunjukan wayang yang memakan waktu panjang saja
sudah mengandung pendidikan, dimana penonton dididik untuk sabar dalam
menghadapi kenyataan hidup, dan tekun menerima/menanti ilmu atau wejangan
spiritual yang bermakna tinggi lewat dalangnya.
umum.kompasiana.com/2009/07/03/kisah-pandawa-lima//
umum.kompasiana.com/2009/07/03/kisah-pandawa-lima//
Pengertian Wayang
Pengertian Wayang
# Dalam Kamus Bahasa Indonesia, Pengertian Wayang antara lain:
1). Wayang merupakan boneka tiruan orang yg terbuat dr pahatan kulit
atau kayu dsb yg dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dl
pertunjukan drama tradisional (bali, jawa, sunda, dsb), biasanya
dimainkan oleh seseorang yg disebut dalang.
2). Wayang merupakan pelaku (yg hanya sbg pelaku, bukan sbg perencana);
orang suruhan yg harus bertindak sesuai dng perintah orang lain,
misalnya penembak calon presiden itu hanya wayang bukan dalangnya .
# Dalam bahasa Jawa, kata wayang berarti "bayangan". Jika ditinjau dari
arti filsafatnya "wayang" dapat diartikan sebagai bayangan atau
merupakan pencerminan dari sifatsifat yang ada dalam jiwa manusia,
seperti angkara murka, kebajikan, serakah dan lain-lain.
# Situs Wikipedia, menjelaskan bahwa Wayang adalah seni tradisional
Indonesia yang terutama berkembang di Pulau Jawa dan Bali. Ada versi
wayang yang dimainkan oleh orang dengan memakai kostum, yang dikenal
sebagai wayang orang, dan ada pula wayang yang berupa sekumpulan boneka
yang dimainkan oleh dalang. Wayang yang dimainkan dalang ini diantaranya
berupa wayang kulit atau wayang golek. Cerita yang dikisahkan dalam
pagelaran wayang biasanya berasal dari Mahabharata dan Ramayana.
Sabtu, 01 September 2012
Sutomo
Sutomo
![]() |
Sutomo
(lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 – meninggal di
Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun) lebih
dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung
Tomo,
adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan
semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui
tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang
hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Sutomo
dilahirkan di Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya. Ayahnya
bernama Kartawan
Tjiptowidjojo, seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Ia
pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan, sebagai staf pribadi di
sebuah perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor pajak pemerintah,
dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda. Ia mengaku
mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran
Diponegoro yang dikebumikan di Malang. Ibunya berdarah campuran Jawa
Tengah, Sunda, dan Madura. Ayahnya adalah seorang serba bisa. Ia
pernah bekerja sebagai polisi di kotapraja, dan pernah pula menjadi
anggota Sarekat Islam, sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi
distributor lokal untuk perusahaan mesin jahit Singer.
Masa muda
| http://melayuonline.com/ind/opinion/read/403/mitos-sutomo |
Sutomo
dibesarkan di rumah yang sangat menghargai pendidikan. Ia berbicara
dengan terus terang dan penuh semangat. Ia suka bekerja keras untuk
memperbaiki keadaan. Pada usia 12 tahun, ketika ia terpaksa
meninggalkan pendidikannya di MULO, Sutomo melakukan berbagai
pekerjaan kecil-kecilan untuk mengatasi dampak depresi yang melanda
dunia saat itu. Belakangan ia menyelesaikan pendidikan HBS-nya lewat
korespondensi, namun tidak pernah resmi lulus.
Sutomo
kemudian bergabung dengan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia).
Belakangan Sutomo menegaskan bahwa filsafat kepanduan, ditambah
dengan kesadaran nasionalis yang diperolehnya dari kelompok ini dan
dari kakeknya, merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan
formalnya. Pada usia 17 tahun, ia menjadi terkenal ketika berhasil
menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu
Garuda. Sebelum pendudukan Jepang pada 1942, peringkat ini hanya
dicapai oleh tiga orang Indonesia.
Pemimpin Perjuangan Pertempuran Surabaya 10 November 1945
Sutomo
pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Kemudian ia bergabung
dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Ketika ia terpilih pada
1944 untuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang disponsori
Jepang, hampir tak seorang pun yang mengenal dia. Namun semua ini
mempersiapkan Sutomo untuk peranannya yang sangat penting, ketika
pada Oktober dan November 1945, ia menjadi salah satu Pemimpin yang
menggerakkan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya, yang pada
waktu itu Surabaya diserang habis-habisan oleh tentara-tentara NICA.
Sutomo terutama sekali dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di
dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan emosi.
Meskipun
Indonesia kalah dalam Pertempuran 10 November itu, kejadian ini tetap
dicatat sebagai salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah
Kemerdekaan Indonesia.
Setelah kemerdekaan
Setelah
kemerdekaan Indonesia, Sutomo sempat terjun dalam dunia politik pada
tahun 1950-an, namun ia tidak merasa bahagia dan kemudian menghilang
dari panggung politik. Pada akhir masa pemerintahan Soekarno dan awal
pemerintahan Suharto yang mula-mula didukungnya, Sutomo kembali
muncul sebagai tokoh nasional.
Padahal,
berbagai jabatan kenegaraan penting pernah disandang Bung Tomo. Ia
pernah menjabat Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang
Bersenjata/Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956
di era Kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Bung Tomo juga
tercatat sebagai anggota DPR pada 1956-1959 yang mewakili Partai
Rakyat Indonesia.
Namun
pada awal 1970-an, ia kembali berbeda pendapat dengan pemerintahan
Orde Baru. Ia berbicara dengan keras terhadap program-program Suharto
sehingga pada 11 April 1978 ia ditahan oleh pemerintah Indonesia yang
tampaknya khawatir akan kritik-kritiknya yang keras. Baru setahun
kemudian ia dilepaskan oleh Suharto. Meskipun semangatnya tidak
hancur di dalam penjara, Sutomo tampaknya tidak lagi berminat untuk
bersikap vokal.
Ia
masih tetap berminat terhadap masalah-masalah politik, namun ia tidak
pernah mengangkat-angkat peranannya di dalam sejarah perjuangan
bangsa Indonesia. Ia sangat dekat dengan keluarga dan anak-anaknya,
dan ia berusaha keras agar kelima anaknya berhasil dalam
pendidikannya.
Sutomo
sangat bersungguh-sungguh dalam kehidupan imannya, namun tidak
menganggap dirinya sebagai seorang Muslim saleh, ataupun calon
pembaharu dalam agama. Pada 7 Oktober 1981 ia meninggal dunia di
Padang Arafah, ketika sedang menunaikan ibadah haji. Berbeda dengan
tradisi untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarah
ke tanah suci, jenazah Bung Tomo dibawa kembali ke tanah air dan
dimakamkan bukan di sebuah Taman Makam Pahlawan, melainkan di Tempat
Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya.
Gelar Pahlawan Nasional
Setelah
pemerintah didesak oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fraksi Partai
Golkar (FPG) agar memberikan gelar pahlawan kepada Bung Tomo pada 9
November 2007. Akhirnya gelar pahlawan nasional diberikan ke Bung
Tomo bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November
2008. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan
Informatika Kabinet Indonesia Bersatu, Muhammad Nuh pada tanggal 2
November 2008 di Jakarta.
Kontroversi
Pada tahun 1950-an di Surabaya, Bung Tomo berusaha
sebagai penolong tukang becak pertama yakni dengan mendirikan pabrik
sabun melalui uang iuran tukang becak untuk pendirian pabrik sabun.
Pabrik tersebut didirikan oleh dan untuk tukang becak akan tetapi
kelanjutan ide pendirian pabrik sabun berhasil nihil dan tanpa adanya
pertanggungan-jawaban keuangan.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sutomo
Langganan:
Postingan (Atom)






